Tuesday, 15 October 2013

Feodalisme

Posted By: Rufaidah-network - 17:30

Share

& Comment

 Feodalisme
Feodalisme adalah struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik yang  dijalankan kalangan bangsawan/monarki untuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin lokal sebagai mitra.  Dalam pengertian yang asli, struktur ini disematkan oleh sejarawan pada sistem politik di Eropa pada Abad Pertengahan, yang menempatkan kalangan kesatria dan kelas bangsawan lainnya (vassal)  sebagai penguasa kawasan atau hak tertentu (disebut fief atau, dalam bahasa Latin, feodum)  yang ditunjuk oleh monarki (biasanya raja atau lord).

Istilah feodalisme sendiri dipakai sejak abad ke-17 dan oleh pelakunya  sendiri tidak pernah dipakai. Semenjak tahun 1960-an, para sejarawan memperluas   penggunaan istilah ini dengan memasukkan pula aspek kehidupan sosial para pekerja  lahan di lahan yang dikuasai oleh tuan tanah, sehingga muncul istilah "masyarakat feodal".  Karena penggunaan istilah feodalisme semakin lama semakin berkonotasi negatif, oleh para pengkritiknya  istilah ini sekarang dianggap tidak membantu memperjelas keadaan dan dianjurkan untuk tidak dipakai tanpa  kualifikasi yang jelas.

Dalam penggunaan bahasa sehari-hari di Indonesia, seringkali kata ini digunakan untuk merujuk pada  perilaku-perilaku negatif yang mirip dengan perilaku para penguasa yang lalim, seperti 'kolot', 'selalu  ingin dihormati', atau 'bertahan pada nilai-nilai lama yang sudah banyak ditinggalkan'. Arti ini sudah  banyak melenceng dari pengertian politiknya.



Budaya feodal serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)  telah menjadi hambatan utama bagi bangsa Indonesia untuk ‘terbang’. Padahal, berbekal semangat merah putih dan kuaitas sumber daya manusia yang bagus, bangsa  ini bisa ‘terbang’ tinggi, mengalahkan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara.


Budaya feodalisme telah mengakar pada kehidupan sosial masyarakat Indonesia.  Mungkin salah satu penyebab feodalisme adalah banyaknya sistem kerajaan dan  kesultanan di wilayah nusantara sehingga kehidupan sosial terhirarki menjadi  beberapa kelas baik formal maupun tidak formal. Penjajah Belanda pun memanfaatkan  feodalisme ini dalam menguasai nusantara dimana Belanda memelihara hubungan ‘baik’
dengan kerajaan/kesultanan dan menindas rakyat kebanyakan.


budaya feodal masih sering muncul ke permukaan dalam praktik bernegara, berbangsa dan bermasyarakat. Muncullah istilah neo-feodalisme untuk menjelaskan perilaku birokrasi dan elit politik yang berlagak seperti bangsawan masa lalu yang berperan sebagai “pangreh praja”.


 "Indonesia mempunyai semua pra syarat untuk mandiri sebagai  bangsa unggul. Yang dibutuhkan hanya menghilangkan penyakit  utamanya, yaitu feodalisme,"

About Rufaidah-network

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Pembelajaran IT ™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.