istilah power syndrom adalah orang yg haus kekuasaan apalagi bagi yang akan pensiun pada jabatan itu
namun power syndrom bersifat atau berlaku umum
Ini nampak dan muncul pada orang yang sedang memburu/berhasrat sangat kuat, gila/haus pada suatu kekuasaan/jabatan sehingga khawatir bahkan panik kalo sampai keingininannya tidak tercapai. Maka tidak aneh, perilakunya bisa bermacam-macam dari yang wajar/normal dan sehat seperti kampanye program, lobi, bikin tim sukses dll. Namun ada yang sampai tidak sehat spt menyuap/money politik, fitnah/adu domba, menekan bawahan/ pendukung lain calon, membunuh karakter lawan, menjilat atasan, janji-janji ini itu kepada calon pendukung, merdukun dlsb. karena saking semangatnya, biasanya kalau gagal langsung 'mutung', patah nyali, isolasi diri dari komunitas semula dll. Tetapi kalo berhasil meraih keuasaan sikapnya menjadi otoriter, arogan, korup dan lali purwaduksina (ibarat, kacang lupa akan kulitnya). Istilah di masyarakat "mbalekne modal".
Penyebabnya seperti di bawah ini
- Kehilangan harga diri; hilangnya jabatan menyebabkan hilangnya perasaan atas pengakuan diri.
- Kehilangan fungsi eksekutif; fungsi yang memberikan kebanggaan diri.
- Kehilangan perasaan sebagai orang yang memiliki arti dalam kelompok tertentu.
- Kehilangan orientasi kerja.
- Kehilangan sumber penghasilan terkait dengan jabatan terdahulu.
Biasanya power syndrome banyak menyerang seseorang yang baru pensiun, terkena PHK, seseorang yang pernah mengalami kecacatan karena kecelakaan, menjelang tua atau orang yang turun jabatan, dsb. Hal ini semakin diperparah dengan kondisi mindset individu yang mengatasnamakan jabatan sebagai sesuatu yang sangat membanggakan pada dirinya. Semua ini bisa membuat individu pada frustasi dan menggiring pada gangguan psikologis, fisik serta sosial.
Kesimpulanya sebagai berikut
Power Syndrome adalah gejala-gejala setelah berakhirnya kekuasaan. Gejala ini umumnya terjadi pada orang-orang yang tadinya mempunyai kekuasaan, namun ketika sudah tidak berkuasa lagi, seketika itu terlihat gejala-gejala kejiwaan yang biasanya bersifat negatif atau emosi yang kurang stabil. Faktor-faktor penyebab Power Syndrome :
Pensiun, PHK atau pudarnya ketenaran seorang artis adalah salah satu dari faktor tersebut, kejadian traumatik juga misalnya kecelakaan yang dialami oleh seorang pembalap, yang menyebabkan kakinya harus diamputasi, powers syndrome hampir selalu dialami terutama orang yang sudah lanjut usia dan pensiun dari pekerjaannya
Power Syndrome adalah gejala-gejala setelah berakhirnya kekuasaan. Gejala ini umumnya terjadi pada orang-orang yang tadinya mempunyai kekuasaan, namun ketika sudah tidak berkuasa lagi, seketika itu terlihat gejala-gejala kejiwaan yang biasanya bersifat negatif atau emosi yang kurang stabil. Faktor-faktor penyebab Power Syndrome :
Pensiun, PHK atau pudarnya ketenaran seorang artis adalah salah satu dari faktor tersebut, kejadian traumatik juga misalnya kecelakaan yang dialami oleh seorang pembalap, yang menyebabkan kakinya harus diamputasi, powers syndrome hampir selalu dialami terutama orang yang sudah lanjut usia dan pensiun dari pekerjaannya
Mudah mudahan tidak terjadi di daerahku
Popular
Tags
Videos
nice
ReplyDelete